Jumat, 03 Desember 2010

Hidayah

Dia memilih yang disayangi dengan rahmat-Nya

Dituntun berjalan menuju cahaya-Nya

Cahaya-Nya sempurna cahaya-Nya Bumi Nabastala

Alam Semesta 'kan megah indah ‘tuk mengenal Dia

Bila keagungan-Nya disemai dalam dada

Hilang luruh seluruh duka

Hati sebening kaca bercermin dengan cahaya abadi-Nya

Kenali diri nista

Mengenal sang pencipta

Maka terhias jiwa budi mulia

Seelok penciptaan manusia

Sang makhluk sempurna

Dunia akherat

damai dan sentosa

Ulupulau, 4 Syawal 1431 H

Hati Bagaikan Pualam

Pada-Mu aku mencinta

Penuhi kotak-kotak hati sempit dengan kedamaian

Terang hatiku dengan cahaya-Mu

Putih suci mudah kuingati-Mu

Pada malam malam gelap

Terang hatiku bagai sinar matahari

Aku dzikirkan Asma-Mu

Kulalui jalan malam dengan rindu keagungan-Mu

Fajar tenang kujelang dengan istighfar

Do'a salam untuk semesta alam

Semoga hati indah bagaikan pualam

Bengkalis

27 Ramadahan 1432 H

Rabu, 17 November 2010

Hatiku Kuredam Geloranya

Sudahkah tercipta cinta?
Mencintai atau dicintai
Atau panahku akan patah
Hatiku kuredam geloranya
Tak berani aku mengungkap nyanyaiannya

Duhai cinta yang menghanyut
Ruh dan raga ini larut
Dalam seribu warna angan
Cinta dan kekhawatiran
Aku harus bagaimana?

Wahai engkau siapa?
Yang bergetaran di hati ini
Seakan terbang ke langit
seolah terhempas
Berguling, bercampur dengan bumi,hamparan rumput
kicauan burung, desah angin
Dan semua yang kutengok elok
Mataku tak bisa lelap walau sekejap
Adakah Ia titah cinta dari PenciptaNya

Mungkin inikah disebut cinta
Cinta lama bersemi kembali
Seperti hujan setelah kemarau
Aku tak bisa lari

Bengkalis, April 2010

Selasa, 05 Januari 2010

Sepenggal Kisah Dalam Kapal Kecil Di Atas Niel (Qonatir-Tahrir)

Bulan bersinar membias di atas Niel
Airnya beriak kemilau dibias lampu warna warni
Aku sedang berdiri di tepi pagar batas kapal
Musik Khaliji mengalun keras
Mengiri tarian seorang perempuan berjilbab

Ah...dia perempuan penari itu melarang penontonnya
Mengabadikan tarian gairahnya pakai kamera atawa Handy came
Aku tak tau apa alasannya
Mungkin ia malu karna berjilbab
Tapi alunan musik itu membuat lekuk pinggangnya gatal
Maka ia menari menari

Seorang perempuan pinggulnya ramping
Rambut pirangnya dikucir pita merah
Wajah cantiknya pucat
Menangis sesenggukan
Setelah menari menemani tarian perempuan berjilbab
Laki laki yang dari tadi selalu menemaninya dan memaksanya menari
menyodorkan sebatang rokok padanya lalu dihisapnya kuat kuat
berapa saat kemudian ia menggigil lemas seperti kesurupan
aku kasihan mungkin dia selalu terpaksa

Aku kembali menatapi bias lampu warna warni
Suatu ketika sungai bersejarah ini akan jadi kenanganku
Aku akan segera kembali ke tanah ayah dan ibuku
pada awal Januari tahun depan

Kairo. 30 November 2009