Selasa, 22 Oktober 2013

Kuku Cinta

Kuku Cinta

Istriku
Mencintaimu
seperti kuku
terus tumbuh
tidak berhenti


Pekanbaru, 22 Oktober 2013

Buat Istriku

Buat Istriku
(Mengasuh tanpa lelah)

Istriku
Engkau sangat cantik
Ketika lelah tergambar
pada matamu yang berbinar

Istriku
Engkau sangat tegar
ketika sabar
diuji padamu

Istriku
Engkau lemah Lembut
selembut lisanmu


Istriku
Engkau sangat penyayang
buat jantungku
Dai dan Yasmin


Pekanbaru, 22 Oktober 2013




Senin, 03 Januari 2011

Kyai cinta sedang jatuh Cinta

Menahan rindu begitu berat

Diterpa badai cinta

Terombang ambing di samudera getar hati

Sang kyai…Sang Ustadz… kalah…

tunduk dan pasrah

Kata kata tumpah ruah

Bagaikan air bah

Lalu hilang kemana entah

akal bijak menjadi tumpul

otak pindah ke dengkul

Berjalan tak bermata

berlari tidak bekaki

Berenang tak bertepi

Berperahu tak bernakoda

Hilang haluan…

Ingin saja tenggelam

Pingsan terdampar di pantai

Ketika bangun kuingin pulau impian itu

Tidak lagi dalam mimpi

Aku bukan diriku lagi

Seperti tak kukenali diri ini

Bengkalis, 3 Januari 2011

Jumat, 03 Desember 2010

Hidayah

Dia memilih yang disayangi dengan rahmat-Nya

Dituntun berjalan menuju cahaya-Nya

Cahaya-Nya sempurna cahaya-Nya Bumi Nabastala

Alam Semesta 'kan megah indah ‘tuk mengenal Dia

Bila keagungan-Nya disemai dalam dada

Hilang luruh seluruh duka

Hati sebening kaca bercermin dengan cahaya abadi-Nya

Kenali diri nista

Mengenal sang pencipta

Maka terhias jiwa budi mulia

Seelok penciptaan manusia

Sang makhluk sempurna

Dunia akherat

damai dan sentosa

Ulupulau, 4 Syawal 1431 H

Hati Bagaikan Pualam

Pada-Mu aku mencinta

Penuhi kotak-kotak hati sempit dengan kedamaian

Terang hatiku dengan cahaya-Mu

Putih suci mudah kuingati-Mu

Pada malam malam gelap

Terang hatiku bagai sinar matahari

Aku dzikirkan Asma-Mu

Kulalui jalan malam dengan rindu keagungan-Mu

Fajar tenang kujelang dengan istighfar

Do'a salam untuk semesta alam

Semoga hati indah bagaikan pualam

Bengkalis

27 Ramadahan 1432 H

Rabu, 17 November 2010

Hatiku Kuredam Geloranya

Sudahkah tercipta cinta?
Mencintai atau dicintai
Atau panahku akan patah
Hatiku kuredam geloranya
Tak berani aku mengungkap nyanyaiannya

Duhai cinta yang menghanyut
Ruh dan raga ini larut
Dalam seribu warna angan
Cinta dan kekhawatiran
Aku harus bagaimana?

Wahai engkau siapa?
Yang bergetaran di hati ini
Seakan terbang ke langit
seolah terhempas
Berguling, bercampur dengan bumi,hamparan rumput
kicauan burung, desah angin
Dan semua yang kutengok elok
Mataku tak bisa lelap walau sekejap
Adakah Ia titah cinta dari PenciptaNya

Mungkin inikah disebut cinta
Cinta lama bersemi kembali
Seperti hujan setelah kemarau
Aku tak bisa lari

Bengkalis, April 2010

Selasa, 05 Januari 2010

Sepenggal Kisah Dalam Kapal Kecil Di Atas Niel (Qonatir-Tahrir)

Bulan bersinar membias di atas Niel
Airnya beriak kemilau dibias lampu warna warni
Aku sedang berdiri di tepi pagar batas kapal
Musik Khaliji mengalun keras
Mengiri tarian seorang perempuan berjilbab

Ah...dia perempuan penari itu melarang penontonnya
Mengabadikan tarian gairahnya pakai kamera atawa Handy came
Aku tak tau apa alasannya
Mungkin ia malu karna berjilbab
Tapi alunan musik itu membuat lekuk pinggangnya gatal
Maka ia menari menari

Seorang perempuan pinggulnya ramping
Rambut pirangnya dikucir pita merah
Wajah cantiknya pucat
Menangis sesenggukan
Setelah menari menemani tarian perempuan berjilbab
Laki laki yang dari tadi selalu menemaninya dan memaksanya menari
menyodorkan sebatang rokok padanya lalu dihisapnya kuat kuat
berapa saat kemudian ia menggigil lemas seperti kesurupan
aku kasihan mungkin dia selalu terpaksa

Aku kembali menatapi bias lampu warna warni
Suatu ketika sungai bersejarah ini akan jadi kenanganku
Aku akan segera kembali ke tanah ayah dan ibuku
pada awal Januari tahun depan

Kairo. 30 November 2009

Jumat, 04 Desember 2009

Siapa yang mau kutatap matanya



Siapakah yang mau kutatap matanya
Dalam dingin, kencangya angin, gelapnya malam
Hati ini sunyi kawan...

Hanya yang bertakhta di langit satu satunya
Harus aku menatapNya
Lewat mata hatiku

Lalu apakah Dia suka menatapku?
Hatiku yang kotor
Mataku yang kotor
Lidahku lekat ketika akan memanggilNya

Kairo 19 November 2009

Andai Aku Harus Memilih



Katakan siapa saja jantan yang telah mencangkul ladangmu
Oh, katakan juga adakah benihnya telah berkecambah
Andai aku harus memilih
Aku pilih ladang yang belum ada gembalanya
Lebih hijau

Walau aku mencintaimu
Walau cintamu tulus untukku
Biar saja kusimpan yang berharga darimu

walau tanahmu subur tetap aku tak memilihmu
Karena sampai saat ini aku masih perjaka

Kairo 12 november 2009

Kamis, 12 November 2009

Dia Masih Bersujud Bagai Arca

Saat bintang bintang di langit telah terang
dan mata anak Adam tertidur pulas
Ia menangis menggigil tubuhnya di atas sajadah
Memanggil manggil kekasih hatinya
Hingga fajar menjelang
Dia masih bersujud bagai arca

ketika azan subuh berkumandang
Ia menyelesaikan munajatnya
Malam begitu singkat baginya
belum puas bermesra dengan sang kekasih
malam malamnya adalah yang terindah
dalam setiap detik hidupnya

Di keningnya ada atsar sujud
Wajahnya bersinar lembut melembutkan hati matajiwa
Tutur katanya adalah hidayah dan taqwa
Senyumnya lenyapkan gundah
Setenang hatinya yang tak pernah resah
Risaunya pada ummat
Agar semunya selamat di negeri akherat
Memberi semangat pada tubuh tuanya ringkih
Tertatih tatih melangkah memberi ingat pada ummat

Jordan, 1 Agustus 2009

Perempuan Dalam Mimpiku

Sepi selalu menelusup dalam hati

Hadirkan sebuah wajah samar makin kukenali

Seribu mimpi pada malam malamku

Bagai bintang bintang penghias malam

Tenangkan jiwa yang lelah mengembara

Adakah engkau wujud atau hanya pahatan khayal

Bilakah kita akan bertemu menyatukan rasa ini

Harapku kau nyata adanya


Jordan, 15 agustus 2009

Minggu, 04 Oktober 2009

Bersabar Dengan Mereka

Bersabar Dengan Mereka

Adalah sabar harus untukku
Maafkan mereka wahai diriku
Sungguh aku yang salah
Karena aku sedang mengobati hatiku
Aku harus diam Karena lisan ini lancang
Sakitnya ada di hati
Tak hilang walau kuputuskan lidah

Jordan, 10 Agustus 2009

Aku Ingin Menangis UntukMu


Aku Ingin Menangis UntukMu

Pernahkah air mata ini untukMu
Dalam haru kalbu mengingatMu
Cintaku membara menelusup dalam dada
Kata kata telah pecah tersekat di lidah
Hati ingin mengingatMu dalam sepi
Menetes air mata karena cintaMU
Agar lembut hatiku yang membatu
Hati hitam terhijab dosa dosa
Merangkak ruhku menuju cintaMU

Jordan, 25 Juli 2009

Rabu, 23 September 2009

Rihlah Imani IV

Hari hari yang tenang ini hanya aku dapati dalam rihlah imani

Cinta dan rindu sedang kulukis di hatiku

Harap hari hariku adalah malam

Kuluahkan cinta dan rindu dengan air mata

Lalaiku telah jauhkan diriku dari MahabahMU

Sekarang sedang memahatnya kembali

Do'a do'a sedang kulantunkan khusu'

Kurasakan makin bersinar

Bagai matahari terbit di ufuk timur menuju terang

Sangat indah seperti rembulan purnama


Kairo, juli 2009



Sabtu, 22 Agustus 2009

Seruan Dari Langit

Seruan dari langit

Oleh : Herisuanto mahfudz

Ketika mentari temaram di ufuk barat
menjelang ramadhan disambut
seperti kudengar suara dari langit
jauh; sungguh kuat sangat dekat
mungkinkah suara malaikat
atau syaitan pencuri berta langit
dikejar cambuk api lari terbirit-birit
seperti yang dikatakan baginda Muhammad

Menggema di gendang telinga
seakan tambur genderang perang ditabuh
bergemuruh dalam dada
seakan langit akan runtuh
hadirkan takutku; berpeluk lutut meggigil buat ku lumpuh

Oh... apakah gerangan?
langit akan digulung?
bumi akan digoncang!
kiamat sudah datang!

Wahai engkau ummat Muhammad!
ini bulan berkat segera engkau bertaubat
kuatkan iman bulatkan tekad
ini bulan ampunan dosamu yang lalu dimaafkan
hidangan ganjaran dilipat gandakan
Tuhanmu yang maha rahman telah menjanjikan

Wahai engkau pengikut Muhammad!
berpuasalah dengan mengharap rahmat
tahun depan belum tentu engkau dapat
tinggalkan maksiat malulah dengan Tuhannya Muhammad
jangan sampai di bulan rahmat engkau dilaknat

Wahai engkau umat yang lahir dan kiamat sudah dekat!
pergilah kepada tuhanmu mintalah hadiah
dijanjikan engkau masuk surga dari pintu Arrayaan
beristighasah di saat sahur yang berkah
menangislah minta taqwa dan hidayah
agar hidupmu aman
akheratmu selamat

Kairo, 27 september 2007, 02:25 Am

Sang Pelukis Kata

Syair Sang Pelukis Kata

Aku adalah pelukis kata
kata yang berserakan
di kepala
di hati
di jalanan

kata kata yang sedang kurangkai
aku campur dengan bingkai cinta
aku campur dengan bingkai benci
menjadi bait bait puisi
melukis rasaku dan alam

Akulah adalah pelukis kata
kata yang berserakan
di sungai
di hutan
di lautan

Kata kata yang kurangkai
aku bungkus dengan bingkai cinta
aku bungkus dengan bingkai benci
menjadi syair syair
melukis kisah kisah perjalanan
diriku dan alam

Diriku dan alam
Adalah pelukis kata
Syair yang terlukis adalah Aku

Kairo, 19 mei 2009


Ranjang kosong


Biasa

Pada tiap tiap malam aku tidur setelah larut

Waktu bulan sudah naik tinggi

Udara dingin semakin menusuk

Ketika pikiran dan angan terbang tak karuan

Eh..., Ranjang yang aku pandang kosong

Kosong..., terus begitu tiap tiap malam kesepianku

Indahnya bila ada sosok betina terbaring menanti

Hah...!, kadang letih bila memikirkan tentang makhluk antik ini

Walau kadang kudaku seperti tak mau dikendalikan

Moga tali kekang kuat... Harap tak putus!

Perjuangan besar untuk jaga perjaka

Sungguh aku benar benar terlalu iri

Lihat pengantin di musim dingin


kairo 18 juni 2009

Rabu, 08 Juli 2009

Thursina


Thursina

Seperti berjalan menuju langit
Menapaki berjuta tangga penuh makna
Kaki terseok seok menggigil
Hilang semua keangkuhan
Menaklukan bukit bukit terjal
Kuatkan tekat aku terus harus melangkah
Hendak sampai ke puncaknya sebelum matahari
Menoreh asa di Puncak Jabal suci Musa

Summer Tour KSMR-Mesir
Kiro, 3 Juli 2009


Balek Ujian

Balek Ujian


Kemana kepala otakku berpikir

Suntuk kepala rasa nak pecah

Yang aku terpandang

Semua kumaki, kusumpah, kukutuk

Asal lihat saja nak marah

Amarah tak tahu untuk siapa, entahlah...

yang penting marah...marah...!


Lelah menunggu bus, naik bus berdiri gelayutan, sesak sumpek bau ketek

Angin menghempas panas, Pasir terbang panas

Sampai rumah, badan kepanasan, kipas angin rusak

Makan nasi panas, sambal pedas, minum air Panas

Keringat bau asem, menetes netes asin

Mau mandi buka kran air , air keluar panas,


Tambah panas hatiku

Kepala otak buntu


Kairo, Musim panas, 30 Juni 2009





Rabu, 24 Juni 2009

Waktu


Waktu

Setiap yang ada akan tiada
Karna adanya ada sebab adanya tiada
Waktu ini telah sedang benar benar berjalan
Yang akan datang belum sampai
sekarang harus selalu melukisnya elok elok

Hanya tiga waktu
Waktu waktu yang berlalu dan telah hilang
Kenangan manis atau masam kita lukis di perjalanan
Dan waktu waktu Aku dan Kamu saat ini
Kita sedang menikmati kehidupan
Yang akan datang
Kita sedang menunggunya

Waktu waktu yang akan datang
Adalah masa depan
Kita tidak akan pernah tahu masa depan
Hitam atau merah
Tertawa atau menangis
Bernapas atau tidak perlu bernapas lagi
Semua bertabir misteri dan gaib

Perjuangan dan pengorbanan
turut menyertai sang waktu
Langkah langkah kita adalah penentu
Nilai kita ditentukan oleh langkah langkah kita
Kita bernilai jika selalu menebar cinta
Bila cinta disebar akan berhembus kedamaian
Damai akan menyulap dunia seperti surga
Syurga tempat menuai bahagia

Kairo 1 mei 2009